Jenuh

Jenuh

Pikiran yang ada di kepala sekarang

Bingung juga jenuh ngapain

Belajar tidak, sibuk tidak, menghasilkan sesuatu juga tidak

Berusaha pun susah

 

            Ikhlas

            Perilaku yang sangat susah dilakukan

            Memang balasannya sangat besar juga

            Berdoa kepada Allah SWT

Jangan mengingat ingat

            Tidak sombong apa yg sudah dilakukan

 

Berusaha

Butuh usaha

Butuh niat

Butuh Kesungguhan untuk bergerak

Ya itu semua yang di butuhkan

 

            Belum punya?

            Tidak, hanya Belum Bersyukur

            Semuanya sudah didapatkan

            Sekaranng waktunya bersyukur

            Bergerak, Berusaha, Bersungguh sungguh dengan Ikhlas

 

Tidak berguna

Sangat tidak berguna

ketika tidak melakukan sesuatu

Harus bergerak

Saatnya membuka lembaran baru lagi

Siap apapun yang terjadi

Malu

Apa yang harus di lakuin ya? Apa keluar kegiatan itu aja ya? Nilai parah bgt lah ini. Jumlah nilai gue aja setengah dari nilai dia. Padahal skala 4. Nilai gue 1.26 nilai dia 3.16. Parahh abis lah. Setengah aja ga nyampe lah.

Maluuu abis lah.

Posted from WordPress for Android

Akhirnya

Akhirnya

Aku menemukan dirimu

Bahagia itu yang kurasakan

Akan aku jaga perasaan ini sampai kapanmu.

 

Senang itu yang kudapatkan

Hamparan bintang-bintang melihatnya

Melihat aku dan kau mengatakan sayang

Semoga dan semoga

 

Kan ku isi kata-kata disini tentangmu

Bukan siapa-siapa lagi

Kay yang banyak pengertian denganku

Aku sayang kamu

Senyum dirimu

Senyum ku berikan kepada mu saat kau sebut. Hai kepadaku. Ku berdiam tak bisa menjawab. Bingung diriku kenapa aku menjadi beku saat kau sebut namaku di depanku, ingin rasanya aku berteriak kerena senang saat kau melihat wajahku dan menyapaku. Sayangnya aku hanya bisa berdiam diri tanpa sapatah katapun keluar dari mulut ku ini

Saat aku pulang tahu tidak kalau aku melihat diri mu, lebih tepatnya aku memerhatikan dirimu. Memang bodohnya aku hanya berani melihatmu dari kejauhan dan tidak melakukan apapun ketika sedang dekatmu, apa yang harus aku lakukan? Mengatakan apa yang sebernarnya terjadi padaku? Harus ya? Semuanya terjawab satu kata dariku, aku takut kita tidak berteman seperti biasa lagi, takut aku bukan mendapatkan orang yang aku sayang tapi malah mendapatkan musuh baru.  Sudahlah sekarang waktunya aku menjadi orang yang sayang kamu tanpa kamu dan seseorangpun tahu. Cara itu membuat aku gampang berada di dekatmu dan berbicara selayaknya teman.

Aku sayang kamu. Mudah-mudahan suatu saat kamu mengetahuinya.

Foto dirimu

Aku mencetak foto-foto dirimu. Sekarang aku gampang memandang diri mu. Hahaha aku senang sekali. Foto yang paling seru adalah foto jelek kamu. Memang itu foto jelek kamu, tapi aku senang melihatnya. Membayangkan kamu melihat diriku yang saat itu sedang memfoto kamu. Kamu membuat aku tidak bisa melupakan kamu.

Hari ini apa kabar kamu ya? Aku cuman tahu kamu melalui media sebelah. Aku belum melihat kamu beberapa hari ini. Apakah kamu telah berubah? Apa saja yang terjadi pada mu. Aku ingin tahu semua itu. Tapi apa daya, aku bukan siapa” dirimu yang bisa mengetahui apa yang kamu kerjaan dan mengetahui keadaaan kamu.

Sepertinya kamu sedang senang senang kerena habis bermain-main dengan teman kamu. Semoga kamu bukan habis bermain dengan pria itu. Aku harap.

Merasuki Aku Lagi

Sekarang entah bagaimana rasanya seperti dia berada di dekatku. Aku yakin dia tidak berada dekatku, tapi aku merasa dia sedang berada di dekatku. Aneh memang kenapa bisa terjadi seperti ini, apakah ini yang namanya kangen? Tapi aku belum lama bertemu dengan dia. Walaupun itu hanya melihatnya dari kejauhan di bawah rintik hujan malam ini.

Aku makin sering memikirkan dirinya. Berusaha agar bertemu dengan dia. Aku masih ingat harumnya dia. Sialnya aku tadi melihat lagi dia dengan pria yang dia idamkan. Memang aku senang melihat dia senang tapi aku juga ingin senang. Ingin rasanya aku teriak di depan jendala kamarku dan menyebut namamu agar kamu tahu aku menyukaimu.